Rabu, 26 September 2012

Keutamaan Ber-Qurban


Print E-mail
Hadits Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban-- di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib.

Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah.

Dan telah shahih dari hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” HR. Ahmad dan ibn Majah.

Esensi seorang hamba kepada Rabbnya adalah untuk beribadah. Ibadah sebagai kekuatan klimaks seorang hamba untuk mencapai keseimbangan kebahagian dunia dan akhirat. Ibadah Qurban adalah ibadah yang sarat dengan nilai-nilai penghambaan total, kepasrahan, keimanan, pengorbanan dan ketaqwaan yang berujung pada imbalan
kemulian disisi Allah Keutamaan ibadah Qurban di jelaskan oleh sebuah hadist Aisyah, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik amal bani Adam bagi Allah di hari Idul Adha adalah menyembelih Qurban. Di hari kiamat hewan-hewan
qurban tersebut menyertai bani Adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah). Ibadah Qurban juga sarat dengan ibadah sosial sebagai wujud kepedulian sosial kepada sesama. Potensi Qurban di harapkan mampu menjawaban atas kondisi riil yang terjadi dimasyarakat melalui pengelolaan Qurban yang sarat dengan pemberdayaann ummat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar